ARSITEKTUR RAMAH ANAK DI ERA PASCA PANDEMI : ANTARA KESEHATAN, TEKNOLOGI, DAN KEBERLANJUTAN

Isi Artikel Utama

Muhammad Nur Hakimuddin At-toyibi
Fadhilah Siti Aniisah Haryono
Dea Viviani

Abstrak

Pengalaman selama pandemi COVID-19 memperlihatkan betapa erat kaitan antara lingkungan binaan dan kesejahteraan anak. Ketika sekolah ditutup, mobilitas dibatasi, dan ruang bermain sulit dijangkau, anak kehilangan sebagian ruang penting untuk bergerak, belajar, dan membangun relasi sosial. Artikel ini menyusun kerangka arsitektur ramah anak pascapandemi dengan mempertemukan tiga ranah yang kerap dibahas secara terpisah, yaitu kesehatan, teknologi, dan keberlanjutan. Tinjauan literatur integratif dilakukan terhadap artikel ilmiah dan dokumen kebijakan mengenai kota ramah anak, neuroarsitektur, mobilitas, partisipasi digital, serta ruang publik. Dari pembacaan tematik tersebut diperoleh empat arah tindakan: memperbaiki kualitas hunian dan fasilitas publik; menghubungkan kebijakan ramah keluarga dengan inklusi digital; menggunakan data untuk menilai jalan dan mobilitas anak secara etis; serta memperluas ruang hijau yang inklusif dan edukatif. Teknologi memberi dukungan penting bagi evaluasi dan partisipasi, tetapi hasilnya tetap harus dibaca bersama pengalaman anak, penilaian profesional, dan kondisi setempat. Kerangka ini menggunakan hak, kesehatan, keselamatan, akses, kesetaraan, dan keberlanjutan sebagai dasar penilaian desain. Hasil kajian diharapkan membantu pemerintah daerah, perencana, dan arsitek merumuskan intervensi yang lebih peka terhadap keragaman kota di Indonesia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
At-toyibi, M. N. H., Haryono, F. S. A., & Viviani, D. (2026). ARSITEKTUR RAMAH ANAK DI ERA PASCA PANDEMI : ANTARA KESEHATAN, TEKNOLOGI, DAN KEBERLANJUTAN. Merdeka Indonesia Jurnal International, 6(7), 124–135. https://doi.org/10.69796/miji.v6i7.706
Bagian
Artikel